Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Mini Garden Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan dan Pengobatan Mandiri
(1) Universitas Wahid Hasyim
(2) Universitas Wahid Hasyim
(3) Universitas Wahid Hasyim
(4) Universitas Wahid Hasyim
(5) Universitas Wahid Hasyim
(6) Universitas Wahid Hasyim
(7) Universitas Wahid Hasyim
(8) Universitas Wahid Hasyim
(9) Universitas Wahid Hasyim
(10) Universitas Wahid Hasyim
(11) Universitas Wahid Hasyim
(*) Corresponding Author
Abstract
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya lokal yang berperan dalam upaya promotif, preventif, dan pengobatan mandiri di keluarga. Namun, pemanfaatan TOGA masih belum optimal karena rendahnya pengetahuan mengenai jenis tanaman obat, teknik budidaya, pengolahan, dan penggunaan yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam membudidayakan dan memanfaatkan TOGA melalui pembuatan mini garden dan pengolahan herbal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif meliputi survei awal, koordinasi dengan tokoh masyarakat, penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan mini garden, dan pelatihan pembuatan wedang uwuh. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one-group pretest-posttest terhadap 26 ibu rumah tangga di Kelurahan Karangayu, Kota Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bahwa peserta berpartisipasi aktif pada seluruh tahapan program. Program ini berhasil meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat dari 48% menjadi 78%. Selain itu, masyarakat mampu menerapkan teknik budidaya TOGA secara mandiri, memanfaatkan pekarangan, serta memahami penggunaan tanaman obat secara tepat, aman, dan rasional. Mini garden juga memberikan manfaat lingkungan melalui optimalisasi lahan pekarangan lebih hijau dan produktif. Mini garden yang dibuat juga berpotensi menjadi media pembelajaran berkelanjutan dan membuka peluang pengembangan produk herbal yang bernilai ekonomi, seperti wedang uwuh. Secara keseluruhan, program pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, pembuatan mini garden, dan pelatihan pengelolahan herbal terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat sehingga berpotensi mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Yani FA, Susilawati. (2023). Kearifan lokal dalam pemberdayaan dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk meningkatkan kesehatan masyarakat (studi literatur). Jurnal Medika Nusantara. 1(2):169–179.
Sodik A, Ainni AN, Rahayu TP, Arianti AF, Mulyana SE. (2023). Sosialisasi pemanfaatan tanaman obat keluarga. Jurnal EMPATI (Edukasi Masyarakat, Pengabdian dan Bakti). 4(2):142.
Maulida R, Taufik M, Rahmah S, Chyntia Anggraini Y, Mahriana S, Yuliani E, et al. (2025). Edukasi pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga) melalui pembuatan mini garden di RT 02 Desa Sepunggur. Jurnal Pengabdian Masyarakat.
Damayanti O, Putra RM, Ningsih AW, Charles I, Rahmawati D, Ambari Y, et al. (2024). The making of TOGA (family medicinal plants) and its utilization in improving public health in Sumbergede Village. International Journal of Asia Pacific Community Service.
Ali Basri A, Maurida N, Angelia Silvanasari I. (2022). Pemberdayaan kader kesehatan dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA). DEDIKASI SAINTEK: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 1(1): 28-36.
Damarwati VL, Krisridwany A, Wijaya SA. (2023). Community empowerment in the use of family medicinal plants (TOGA) in Cagunan Trimurti Bantul Yogyakarta. Proceeding International Conference Of Community Services. 1(2):1326-1332.
Sari Sm, Dewi TSK, Suprapti E, Aziez AF. (2025). TOGA education and socialization: building nature-based family health. J Community Capacity Empowerment. 3(2):76-80.
Dillasamola D, Putri BO, Fadil MS, Hasibuan AD, Pratiwi EE. (2025). Community empowerment in rural areas through the cultivation and production of traditional medicines based on medicinal plants in Batu Tanjung Village, Talawi, Sawahlunto City. Warta Pengabdian Andalas. 32(4):446–454.
Syarifah H, Fortuna E, Putri S, Rahmawati OF, Wulandari F, Hariyana N. (2025). Planting family medicinal plants (TOGA) to enhance the immune system of the lojejer village community. Jurnal Pengabdian Masyarakat. 6(1). 48-54.
Yenny SW, Gustia R, Rahmatini, Usman E, Asri E, Akhyar G, et al. (2026). Community empowerment of nagari salimpek in developing a herbal cosmetic village based on family medicinal plants (TOGA). Warta Pengabdian Andalas. 33(1):67–74.
Mildawati R, Prasetya Nugroho B, Prasetyawan F, Kristijono A, Saristiana Y, Oktadiana I, et al. (2023). Virtual socialization about the use of family medicinal plants (TOGA) as an alternative for treatment. Association of Education Lecturers and Teachers Journal; 1.
Silviana E, Sari A, Ali B, Hanis N, Hayati R, Irwani M. (2026). Pemberdayaan Masyarakat Desa Timang Gajah 2 melalui pemanfaatan lahan untuk tanaman obat keluarga. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK). 8(1):134–149.
Rudini D, Ekawaty F, Sari PI, Sari YIP, Oktarina Y. (2024). Capacity building of residents in utilizing family medicinal plants as an alternative to self-medication [Internet]. International Journal of Community Service. 4(4):400-405.
Hidayati NR, Muhaerin K, Sari IM, Chahyani OD, Listiyani L, Afriliani P, et al. (2023). Community empowerment in the use of family medicinal plants (TOGA). Community Empowerment. (9):1416–1423.
Aqidah F, Pratiwi J, Antasari I, Wahid RR, Yudha M, Satriani J, et al. (2025). Enhancing community knowledge on the utilization of family medicinal plants (TOGA) for Disease Prevention. Jurnal Sipakatau. 2(5):115-123.
DOI: https://doi.org/10.31596/jpk.v9i3.648
Article Metrics
Abstract viewed : 0 timesPDF files downloaded : 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/
Copyright of Jurnal Pengabdian Kesehatan. ISSN: 2614-3593 (Print) and 2614-3607 (Online).
