Pelayanan Informasi Obat tentang Penggunaan Obat Tetes Mata sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Pasien di Puskesmas X Kudus

Heni Setyoningsih(1*), Gendis Purno Yudanti(2), Hasty Martha Wijaya(3)

(1) Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus
(2) Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus
(3) Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus
(*) Corresponding Author

Abstract


Penggunaan obat tetes mata merupakan salah satu terapi yang umum diberikan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Namun demikian, masih banyak pasien yang belum memahami cara penggunaan obat tetes mata yang benar, sehingga berpotensi menurunkan efektivitas terapi dan meningkatkan risiko efek samping maupun infeksi mata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien mengenai penggunaan obat tetes mata melalui pelayanan informasi obat di Puskesmas X Kudus. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif, dengan pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan kelompok, diskusi interaktif, dan demonstrasi cara penggunaan obat tetes mata yang benar. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi, tanya jawab, serta pengisian kuesioner pengetahuan dan kepuasan pasien setelah kegiatan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mampu memahami tujuan penggunaan obat tetes mata, cara penggunaan yang benar, waktu pemakaian, serta cara penyimpanan obat setelah diberikan edukasi. Selain itu, pasien memberikan respon positif terhadap pelayanan informasi obat yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pelayanan kefarmasian di puskesmas.


Keywords


Pelayanan informasi obat; Obat tetes mata; Edukasi pasien; Puskesmas.

Full Text:

PDF

References


Rahmawati, I. S., A. Zuhriyah, dan Lilfitriyani. (2019). Pengaruh Pemberian Konseling terhadap Pengetahuan Ketepatan Cara Pemakaina Obat Tetes Mata (Studi Kasus di Klinik Mata Utama Bojonegoro 2019). JAFRI: Jurnal Penjas dan Farmasi. 2: 79-88

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Standar pelayanan kefarmasian di puskesmas. Kementerian Kesehatan RI.

Pratiwi, N. L., Sari, D. P., & Handayani, R. S. (2020). Pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan pasien dalam penggunaan obat. Jurnal Farmasi Komunitas, 7(2), 85–92

World Health Organization. (2011). The role of the pharmacist in patient education. World Health Organization.

Anief, M. (2014). Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Putri, A. R., Sari, D., & Wibowo, A. (2019). Hubungan tingkat pengetahuan pasien dengan kepatuhan penggunaan obat tetes mata. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 8(2), 85–92.

World Health Organization. (2003). Adherence to Long-Term Therapies: Evidence for Action. Geneva: WHO.

Notoatmodjo, S. (2014). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Departemen Kesehatan RI. (2016). Pedoman Penggunaan Obat Rasional. Jakarta: Depkes RI.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek.

Rahmawati, D., Hidayat, R., & Sari, M. (2020). Hubungan pelayanan informasi obat dengan tingkat kepuasan pasien. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 9(1), 45–52.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.

World Health Organization. (2011). The Role of the Pharmacist in the Health Care System. Geneva: WHO.




DOI: https://doi.org/10.31596/jpk.v9i1.586

Article Metrics

Abstract viewed : 10 times
PDF files downloaded : 2 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/

Copyright of Jurnal Pengabdian Kesehatan. ISSN: 2614-3593 (Print) and 2614-3607 (Online). 
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License