Health Digital Literacy: Edukasi Kesehatan Remaja Dengan Media Digital Interaktif

Ervi Rachma Dewi(1*), Risna Endah Budiati(2), Risna Endah Budiati(3), Eko Prasetyo(4), Eko Prasetyo(5), M. Maulana Yusuf(6), M. Maulana Yusuf(7), Ulya Lathifah(8), Ulya Lathifah(9)

(1) Institut Teknologi Kesehatan cendekia Utama Kudus
(2) Institut Teknologi Kesehatan cendekia Utama Kudus
(3) Institut Teknologi Kesehatan cendekia Utama Kudus
(4) Institut Teknologi Kesehatan cendekia Utama Kudus
(5) Institut Teknologi Kesehatan cendekia Utama Kudus
(6) Institut Teknologi Kesehatan cendekia Utama Kudus
(7) Institut Teknologi Kesehatan cendekia Utama Kudus
(8) Institut Teknologi Kesehatan cendekia Utama Kudus
(9) Institut Teknologi Kesehatan cendekia Utama Kudus
(*) Corresponding Author

Abstract


Perkembangan teknologi digital yang pesat meningkatkan akses internet di kalangan remaja, namun juga diiringi dengan risiko rendahnya literasi digital kesehatan yang dapat berdampak pada kesalahan pengambilan keputusan terkait kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam memahami, menilai, serta memanfaatkan informasi kesehatan secara aman, efektif, dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan selama satu pekan (21–28 Januari 2026) di SMP Negeri 1 Mejobo Kudus dengan sasaran 40 siswa kelas VIII. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui edukasi, workshop penyusunan media digital kesehatan, serta pendampingan edukasi teman sebaya. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta penilaian keterampilan penyusunan media.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, ditunjukkan dari perubahan kategori pengetahuan dari mayoritas kurang (62,5%) sebelum intervensi menjadi mayoritas baik (87,5%) setelah intervensi. Peserta juga mampu menyusun media edukasi kesehatan digital seperti poster dan menyampaikan informasi kesehatan kepada teman sebaya melalui kegiatan pameran. Selain itu, terbentuk agen edukator sebaya yang berperan dalam memperluas edukasi kesehatan di lingkungan sekolah.Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital kesehatan remaja serta menghasilkan media edukasi kesehatan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, integrasi program literasi digital kesehatan dalam kegiatan rutin sekolah sangat direkomendasikan sebagai upaya promotif dan preventif di kalangan remaja.


Keywords


Literasi Digital Kesehatan; Remaja; Media Digital; Edukasi Sebaya; Promosi Kesehatan

Full Text:

PDF

References


International Telecommunication Union. (2024). Convention of the international telecommunication union. Geneva: ITU. Diakses dari https://www.itu.int/en/council/Documents/basic-texts/Convention-E.pdf.

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik telekomunikasi Indonesia. Diakses dari https://www.bps.go.id/.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Pengguna Internet Indonesia. (2024). Jumlah pengguna internet Indonesia. Diakses dari https://apjii.or.id/.

Hildawati, Hildawati et al. (2024). Literasi digital: membangun wawasan cerdas dalam era digital terkini. PT. Green Pustaka Indonesia.

Kementrian Kesehatan RI. (2015). Pusat data dan informasi Kementrian Kesehatan RI. Jakarta Selatan.

Basyari, I. (2019). Sebagian kasus kenakalan remaja dipicu media sosial. Kompas.Com, Nusantara. Diakses dari https://www.kompas.id/baca/nusantara/2019/12/20/sebagian-kasus-kenakalanremaja-dipicu-media-sosial.

Dianyu Du et al. (2024). The impact of internet use on adolescents’ health: empirical evidence from China. Frountier in Psychiatry.

Melody Taba et al, (2022). Adolescents’ self?efficacy and digital health literacy: a cross?sectional mixed methods study. BMC Public Health.

Kemendikbud. (2018). Permendikbud RI No.20 tahun 2018. Permendikbud Nomor 20 Tahun 2018 tentang penguatan pendidikan karakter pada satuan pendidikan formal.

Notoatmodjo Soekidjo. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Prasanti, Ditha. (2018). health information of literation as prevention processes of hoax information in the use of traditional medicine in digital era. Journal Pekommas. 3: 45.

Menteri Kesehatan. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 tahun 2014: Upaya kesehatan anak. Diakses dari https://peraturan.bpk.go.id/.

UNNESCO. (2025). What you need to know about literacy. Diakses dari https://www.unesco.org/ en/literacy/need-know.




DOI: https://doi.org/10.31596/jpk.v9i2.620

Article Metrics

Abstract viewed : 0 times
PDF files downloaded : 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/

Copyright of Jurnal Pengabdian Kesehatan. ISSN: 2614-3593 (Print) and 2614-3607 (Online). 
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License