Optimalisasi Penemuan Kasus Tuberkulosis melalui Skrining, Analisis Faktor Penghambat dan Penyuluhan Kesehatan
(1) Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti
(2) Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti
(3) Universitas Trisakti
(4) Puskesmas Kecamatan Tebet
(*) Corresponding Author
Abstract
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan hingga saat ini masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan masyarakat. Salah satu indikator utama keberhasilan program pengendalian TBC adalah Persentase Cakupan Penemuan dan Pengobatan TBC (treatment coverage), yang menggambarkan kemampuan sistem kesehatan dalam menemukan dan mengobati kasus TBC secara tepat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu skrining TBC, analisis faktor risiko yang menghambat penemuan kasus, serta penyuluhan kesehatan mengenai tuberkulosis. Sasaran kegiatan adalah 55 orang masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Manggarai Selatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat 1 kasus positif tuberkulosis yang berhasil ditemukan melalui skrining. Selain itu, stigma terhadap TBC teridentifikasi sebagai salah satu faktor utama yang menghambat penemuan kasus di masyarakat. Setelah dilakukan penyuluhan, terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat terkait TBC. Diharapkan kegiatan skrining dan penyuluhan TBC dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan kader kesehatan dan tokoh masyarakat guna mengurangi stigma serta meningkatkan penemuan kasus secara lebih optimal.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
World Health Organization. (2024). Tuberculosis disease burden: incidence, mortality and prevalence. WHO.
World Health Organization. (2024). Global tuberculosis report 2024: TBC incidence. WHO.
Prihanti GS, Sekarwana N, Suryani D. (2019). Instrumen kuesioner faktor penghambat penemuan kasus tuberkulosis. Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pemerintah kejar eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030. Kemenkes RI.
Arivany PF. (2017). The knowledge of lung tuberculosis suspects for sputum examination attitude in the Kamoning Primary Health Care. JBE, 5(1):75–84.
Ambaita T, Siregar KN, Mulyani S. (2018). Factors associated with willingness for sputum examination among tuberculosis suspects and risk groups at Ambarita Health Center, Samosir Regency. JKMN,13(3):117–123.
Kodariah L, Murtafi’ah N, Baehaki F. (2023). Pemeriksaan dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penularan penyakit tuberculosis dalam rangka menurunkan angka penularan. JIPEMAS.
Nurkumalasari, Wahyuni D, Ningsih N. (2016). Hubungan antara umur dengan hasil pemeriksaan dahak di Kabupaten Ogan Ilir. JKS, 3(2):54–67.
Ruditya DN. (2015). The relationship between characteristic of tuberculosis patient with compliance in check a sputum during treatment. JBE, 3(2).
Octaviani P, Kusuma IY. (2018). Studi pengaruh status perkawinan dan pekerjaan pada pasien tuberkulosis di Rumah Sakit DKT Purwokerto. VM.
Arivany PF. (2023). Pengetahuan suspek TBC paru dalam melakukan pemeriksaan sputum di Puskesmas Kamoning (The knowledge of lung tuberculosis suspects for sputum examination attitude in the Kamoning primary health care). JBE.
Datta S, Rangan SG, Rajeswari R, et al. (2017). Tuberculosis-related stigma and its effect on the delay for sputum examination under the Revised National Tuberculosis Control Programme in India. IJT, 64(2):145–151.
Courtwright A, Turner AN. (2018). Tuberculosis stigma and its impact on testing and treatment uptake: a systematic review. BMC, 23(11):1111–1124.
Handayani S, Lestari BW, Nugraheni SA. (2019). Tuberculosis literacy and stigma: female activists in five areas with the lowest treatment success rate in Semarang, Indonesia. JHR, 33(5):415–424.
Ayles H, Muyoyeta M, Du Toit E, et al. (2016). Social trust and health-seeking behaviours: a longitudinal study of a community-based active tuberculosis case finding programme in the Philippines. BMC Public Health, 16:1156.
Taliki V, Ernawati E, Hartiti T. (2025). Intervensi edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik pencegahan penularan TBC: a systematic review. Jurnal Ners, 9(4):5807–5819.
DOI: https://doi.org/10.31596/jpk.v9i2.593
Article Metrics
Abstract viewed : 0 timesPDF files downloaded : 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/
Copyright of Jurnal Pengabdian Kesehatan. ISSN: 2614-3593 (Print) and 2614-3607 (Online).
