IMPLEMENTASI PROGRAM EDUKASI PEMBUATAN OVITRAP UNTUK MENGENDALIKAN PERSEBARAN DBD DI DESA KEPEK KABUPATEN GUNUNG KIDUL
(1) Program Studi Magister Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma
(2) Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma
(3) Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma
(4) Program Studi Magister Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma
(5) Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma
(6) Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma
(7) Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma
(8) Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma
(*) Corresponding Author
Abstract
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk berjenis Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini telah menjadi permasalahan kesehatan serius di beberapa wilayah di Indonesia, terutama di Kabupaten Gunung Kidul. Kabupaten ini telah ditinjau dalam mengupayakan penurunan angka kasus penderita DBD, terutama di Kecamatan Wonosari. Tujuan dari penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi pencegahan DBD dan pelatihan pembuatan ovitrap sederhana kepada masyarakat di Desa Kepek, Wonosari, Gunung Kidul. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pemberian edukasi oleh dosen dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (FF USD) dan kader kesehatan dari Puskesmas Wonosari II. Evaluasi peningkatan pemahaman peserta dilakukan menggunakan nilai pre-test dan post-test yang diperoleh peserta selama sebelum dan sesudah pemaparan edukasi. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan ovitrap sederhana oleh peserta. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nilai rata-rata antara nilai pre-test dan post-test yang didukung melalui pendekatan statisika uji t berpasangan (paired-t test) dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Penelitian ini menduga bahwa peserta telah miliki pemahaman dasar terkait pencegahan DBD dan penerapan ovitrap sebelum pemberian edukasi diberikan yang ditunjukkan dengan relatif tingginya nilai rata-rata pre-test yang diperoleh. Meskipun demikian, kegiatan ini memiliki dampak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengupayakan penurunan angka kasus DBD melalui pendekatan yang sederhana. Kegiatan ini menyoroti bahwa kolaborasi antara FF USD dengan Puskesmas Wonosari II memiliki potensi program yang keberlanjutan dalam menurunkan angka kasus DBD di Gunung Kidul, khususnya di Desa Kepek.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Ratnasari A, Jabal AR, Rahma N, Rahmi SN, Karmila M, Wahid I. (2020). The ecology of aedes aegypti and aedes albopictus larvae habitat in coastal areas of South Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas. 21(10):4648–54.
Astuti FD, Widyaningsih V, Pamungkasari EP, Subijanto AA. (2025). Challenges in implementing dengue surveillance in Bantul District Special Region of Yogyakarta, Indonesia. Int J Public Heal Sci. 14(1):19.
Sulistyawati S, Nilsson M, Ekasari MP, Mulasari SA, Sukesi TW, Padmawati RS. (2020). Untapped potential: A qualitative study of a hospital- based dengue surveillance system. Am J Trop Med Hyg. 103(1):120– 31.
Pakaya R, Lazuardi L, Nirwati H. (2019). Analisis spasial faktor lingkungan kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Limboto Gorontalo. Ber Kedokt Masy. 35(9):315–22.
Ferianto, Riyadi S. (2022). Perilaku Masyarakat Gunung Kidul dalam Pemberantasan Jentik Vektor Demam Berdarah Dengue. J Madani Medika.13(2):262–8.
Cahyati WH, Sanjani JSK. (2020). Gambaran Lingkungan Dan Vektor Demam Berdarah Dengue Di Wilayah Kerja Puskesmas Temanggung Tahun 2017. Care J Ilm Ilmu Kesehat. 8(1):12– 29.
Badan Pusat Satistik (BPS) Gunung Kidul. (2023). Jumlah Penderita Penyakit Demam Berdarah di Kabupaten Gunung Kidul. Badan Pusat Satistik (BPS) Gunung Kidul.
Lee NSM, Clements GR, Ting ASY, Wong ZH, Yek SH. (2020). Persistent mosquito fogging can be detrimental to non-target invertebrates in an urban tropical forest. PeerJ. 8: 1–14.
Indiyani E, Santjaka A. (2016). Kohort Densitas Nyamuk Pada Fogging Focus Di Desa Kedungrandu Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas Tahun 2015. Bul Keslingmas. 35(4):364–71.
Djiappi-Tchamen B, Nana-Ndjangwo MS, Nchoutpouen E, Makoudjou I, Ngangue-Siewe IN, Talipouo A. (2022). Aedes Mosquito Surveillance Using Ovitraps, Sweep Nets, and Biogent Traps in the City of Yaoundé, Cameroon. Insects. 13(9):1–11.
Long SA, Jacups SP, Ritchie SA. (2015). Lethal ovitrap deployment for Aedes aegypti control: Potential implications for non-target organisms. J Vector Ecol. 40(1):139–45.
Pramono ZD, Waskitha SSW, Chrisanti MW, Rekso PAD, Berliana VY, Istyastono EP. (2024). Peran Edukasi Dalam Optimalisasi Gerakan Cegah Stunting Sejak Dini di Kabupaten Gunung Kidul. 5(2):84–92.
Rahmani DA, Risnawati, Hamdani MF. Rahmani DA, Risnawati, Hamdani MF. (2025). Uji T-Student Dua Sampel Saling Berpasangan/Dependent (Paired Sample t-Test). J Penelit Ilmu Pendidik Indonesia. 4(2):15-23.
Mujiarto E, Nurjazuli N, Martini M. (2025). Analisis indeks entomologi dan ovitrap yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD). Holistik Jurnal Kesehatan. 19(1):100– 9.
Putri DCA, Yuliani SH, Dwiastuti R, Immanuel H. (2025). Pelatihan Pemanfaatan Bahan Alam Dalam Sediaan Perawatan Kulit. Jurnal Pengabdian Kesehatan ITEKES Cendekia Utama Kudus. 8(3):159–66.
DOI: https://doi.org/10.31596/jpk.v8i4.587
Article Metrics
Abstract viewed : 8 timesPDF files downloaded : 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/
Copyright of Jurnal Pengabdian Kesehatan. ISSN: 2614-3593 (Print) and 2614-3607 (Online).
