Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Kejadian Henti Jantung di Luar Rumah Sakit Bagi Penolong Awam di Kecamatan Singkawang Timur
(1) Poltekkes Kemenkes Pontianak
(2) Poltekkes Kemenkes Pontianak
(3) Poltekkes Kemenkes Pontianak
(*) Corresponding Author
Abstract
Serangan jantung di luar rumah sakit atau Out-of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) adalah masalah kesehatan internasional, dan tingkat kelangsungan hidup yang dilaporkan setelah OHCA sangat bervariasi. Kelangsungan hidup pasien dengan OHCA dapat ditingkatkan dengan memberikan pertolongan yang segera dan maksimal, seperti cardiopulmonary resuscitation (CPR), defibrilasi dini, dan perawatan lanjutan dini. Jumlah penolong dikomunitas perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi serangan jantung di luar rumah sakit atau Out-of Hospital Cardiac Arrest (OHCA). Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan jumlah penolong dikomunitas yaitu dengan melibatkan masyarakat awam untuk mendapatkan pelatihan dan kemudian memberikan kesempatan para masayarakat awam yang sudah terlatih untuk melatih apa sudah mereka pelajari ke teman, orang tua atau saudara sehingga di waktu yang bersamaan banyak orang bisa teredukasi. Pelatihan CPR untuk masyarakat umum atau orang awam yang dikenal juga dengan lay rescuer dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk memberikan pertolongan pertama berupa cardiopulmonary resuscitation (CPR) sebagai respons terhadap serangan jantung mendadak. Hasil menunjukkan usia responden dalam rentang 20-55 tahun, mayoritas perempuan (63,3%) dan 90% belum pernah mengikuti pelatihan BHD. Setelah pelatihan, 73,4% responden memiliki pengetahuan baik dan 73,3% terampil melakukan bantuan hidup dasar.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Irfani QI. (2019). Bantuan Hidup Dasar Qonita. Cermin Dunia Kedokt. 46: 458–477.
Eric J, Lavonas; David J, et al. (2020). Highlights of the 2020 American Heart Association Guidelines For CPR and ECC. 2020th ed. America: American Heart Association.
Abolfotouh MA, Alnasser MA, Berhanu AN, Al-Turaif DA, Alfayez AI. (2017). Impact of basic life-support training on the attitudes of health-care workers toward cardiopulmonary resuscitation and defibrillation. BMC Health Serv Res. 17: 1–10.
Yonata, A, & Pratama, Satria A. (2016). Hipertensi sebagai Faktor Pencetus Terjadinya Stroke Majority. J Major. 5: 17.
Böttiger BW, Bossaert LL, Castrén M, Cimpoesu D, Georgiou M, Greif R et al. (2016). Kids Save Lives – ERC position statement on school children education in CPR.: “Hands that help – Training children is training for life”. Resuscitation. 105: A1–A3.
Alief Siswanto P, Indriani RD, Syulthoni ZB, Indriastuti E. (2024). Pelatihan Basic Life Support (BLS) pada Siswa SMA Negeri 1 Probolinggo. Sewagati. 8: 1493–1499.
Choi HS, Lee DH, Kim CW, Kim SE, Oh JH. (2015). Peer-assisted learning to train high-school students to perform basic life-support. World J Emerg Med. 6: 186.
DOI: https://doi.org/10.31596/jpk.v9i3.563
Article Metrics
Abstract viewed : 0 timesPDF files downloaded : 0 times
Refbacks
- There are currently no refbacks.
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/
Copyright of Jurnal Pengabdian Kesehatan. ISSN: 2614-3593 (Print) and 2614-3607 (Online).
