PENCEGAHAN SKABIES DI PONDOK PESANTREN RAUDLATUTH THULLAB BERBASIS PEER EDUCATION

Ervi Rachma Dewi(1*), David Laksamana Caesar(2)

(1) STIKES Cendekia Utama Kudus
(2) STIKES Cendekia Utama Kudus
(*) Corresponding Author

Abstract


Skabies adalah penyakit infeksi kulit menular, yang disebabkan tungau betina Sarcoptes scabiei varieta hominis. Penyakit ini sering ditemukan pada tempat yang ditinggali oleh banyak orang dengan sanitasi dan perilaku penghuninya yang buruk, salah satunya adalah pondok pesantren. Peer Educator merupakan metode pendidikan sebaya yang dilakukan oleh kelompok sebaya dengan didampingi fasilitator. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah  memberikan informasi tentang penyakit scabies dan personal hygiene kepada para santri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudlotuth Thullab Kabupaten Rembang, pada bulan September 2018. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 30 orang santri. Metode pelaksanaan pengabdian dengan ceramah yang dilakukan oleh peer educator. Kegiatan pengabdian diawali dengan pemilihan tim peer educator melalui observasi yang dilakukan oleh tim pengabdi, dan masukan dari pengasuh pondok pesantren. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dan pelatihan kepada tim peer educator. Proses diskusi dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok putra dan putri. Penyampaian materi dan diskusi oleh peer educator dilakukan selama kurang lebih 30 menit. Santri antusias selama proses penyampain materi. Berdasarkan hasil pengamatan tim pengabdi pengetahuan santri mengenai penyakit scabies dan personal hygiene juga mengalami peningkatan.

 

Kata Kunci : Peer Educator, Pengetahuan, Personal Hygiene, Penyakit Skabies


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.31596/jpk.v2i2.54

Article Metrics

Abstract viewed : 1210 times
PDF files downloaded : 782 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright of Jurnal Pengabdian Kesehatan. ISSN: 2614-3593 (Print) and 2614-3607 (Online). 
Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License